Sejarah Lengkap Penggunaan Sarung Tangan Golf

Sejarah Lengkap Penggunaan Sarung Tangan Golf

Mengenakan sarung tangan golf adalah opsional, tetapi disarankan. Mengapa? Penjelasannya cukup sederhana: sarung tangan membantu pegolf untuk memegang tongkat golf dengan kuat selama melakukan pukulan.

Tangan manusia tidak lengket seperti bahan yang digunakan untuk membuat sarung tangan golf. Ini sangat berguna saat tangan mulai berkeringat atau saat tongkat golf basah (saat bermain di tengah hujan, misalnya). Sarung tangan golf memberikan pegangan yang kuat pada tongkat golf.

Pegolf tangan kanan memakai sarung tangan di tangan kiri mereka, sedangkan pegolf kidal memakai sarung tangan di tangan kanan mereka.

Sarung tangan golf sekarang sangat populer sehingga sama pentingnya dengan pakaian pegolf seperti sepatu bot berduri.

Sebelum kita masuk pada sejarah dari penggunaan sarung tangan golf dari masa ke masa, buat kamu  yang suka bermain golf kami rekomendasikan bisa deh mencoba beberapa keluaran terbaru dari Indonesia yang bisa kalian cek di BIRDIE INDONESIA Official Store.

Disana banyak desain dan model sarung tangan golf dengan harga yang sangat berpariasi, mulai dari harga 100 ribuan sampai dengan 200 ribuan. Salah satunya adalah Golf Gloves GL-10/WE White yang dibandrol hanya 189 ribu saja.

Pada abad ke-19 dan ke-20, banyak pegolf legendaris yang tidak menganggap penggunaan sarung tangan golf sebagai sebuah kostum resmi.

Penampilan awal

Sarung tangan golf memasuki pasar pada akhir tahun 1800-an. Desain sarung tangan golf dipatenkan oleh Rawlings pada tahun 1885.

Pada tahun 1899, sebuah iklan untuk sarung tangan New Simplex dapat ditemukan di majalah Golf. Vanity Fair edisi Juni 1915 menampilkan sarung tangan modis dengan lipatan di bagian luar untuk memberikan lebih banyak kebebasan bergerak pada sendi jari.

Mengapa sarung tangan muncul?

Sarung tangan golf telah dikembangkan untuk mengatasi masalah tongkat golf yang tergelincir saat digenggam.

Saat itu, tongkat golf memiliki gagang kayu dan ujungnya dilapisi kulit. Kelembaban dan kotoran pada gagang membuat pegolf sulit memegang tongkat golf. Dan sarung tangan juga melindungi tangan pegolf dari lecet selama latihan atau permainan yang berkepanjangan.

1920-an dan 1930-an

Terlepas dari manfaat yang jelas, sarung tangan itu tidak diminati oleh para pegolf pada awal abad ke-20.

Pegolf top, termasuk Walter Hagen dan Bobby Jones, tidak memakai sarung tangan. Karena amatir cenderung meniru gaya pemain profesional yang mereka kagumi, pegolf tidak menggunakan sarung tangan golf dalam permainan kala itu.

Sarung tangan semakin populer

Pada tahun-tahun tersebut, ada berbagai jenis sarung tangan, termasuk yang tanpa jari dan bagian luar yang terbuka.

Minat terhadap aksesoris ini mulai meningkat ketika salah satu pemain berperingkat teratas saat itu, Sam Snead, mulai memakainya dalam kompetisi. Namun, sarung tangan tersebut masih belum diakui secara universal karena pemain hebat lainnya Ben Hogan tidak menggunakannya dalam permainan.

Di tahun 60-an, mengenakan sarung tangan golf itu keren!

Pada awal 1960-an, dua juara golf baru Arnold Palmer dan Jack Nicklaus tampil ke depan dengan sarung tangan golf dalam kompetisi.

Kebiasaan Palmer melepas sarung tangannya di area lapangan dekat hole telah ditiru oleh semua pegolf amatir. Sikap ini kemudian dianggap “keren” di tengah popularitas golf yang semakin meningkat.

Memperbaiki desain sarung tangan golf

Pada pertengahan 1970-an, produsen barang-barang kulit Inggris Pittards memperkenalkan kulit tahan air ke pasar.

 Di Amerika Serikat, merek FootJoy memperkenalkan sarung tangan mereka ke pasar golf pada 1979, dan pada 1980 mulai bermitra dengan Pittards. Sarung tangan Cabretta FootJoy yang lembut dan nyaman telah menjadi produk merek yang paling populer.

Mengenakan sarung tangan golf menjadi keharusan

Dan mulai saat tahun 2000anlah sarung tangan golf mulai populer dan wajib menjadi akesoris para pemain golf dunia termasuk di Indonesia saat ini.